Lagu baru Nuca dan Whisnu Santika, “Pesan Rindu”, sudah mendapatkan momentum bahkan sebelum versi lengkapnya resmi dirilis.
Potongan lagu tersebut dilaporkan telah digunakan dalam lebih dari 3.000 video TikTok.
Fenomena ini menarik karena biasanya sebuah lagu dirilis terlebih dahulu, kemudian pendengar menentukan apakah musik tersebut akan mendapatkan perhatian.
“Pesan Rindu” justru menjalani perjalanan sebaliknya.
Audiens TikTok sudah mulai menggunakan lagunya sebelum perilisan resmi.
Apa Itu Lagu Pesan Rindu?
“Pesan Rindu” merupakan kolaborasi antara Nuca dan Whisnu Santika.
Keduanya datang dari karakter musik yang cukup berbeda.
Nuca dikenal melalui pendekatan vokal pop yang emosional, sementara Whisnu Santika banyak bergerak dalam electronic dance music.
Namun “Pesan Rindu” tidak dibangun semata-mata sebagai lagu pesta.
Tema utamanya justru sangat personal.
Lagu berbicara mengenai duka, kehilangan, kerinduan dan proses menerima kepergian seseorang.
Kenapa Whisnu Santika Memilih Nuca?
Kolaborasi keduanya berawal dari perkenalan melalui penulis lagu dan produser Lafa Pratomo.
Whisnu membutuhkan penyanyi yang mampu membawa cerita emosional dalam “Pesan Rindu”.
Karakter vokal Nuca kemudian dianggap cocok dengan arah tersebut.
Nuca juga ikut memberikan sentuhan dalam proses pembuatan lagu sehingga kolaborasinya tidak berhenti pada menyanyikan materi yang sudah selesai.
Pesan Rindu Sudah Viral Sebelum Rilis
Bagian paling menarik dari perjalanan lagu ini terjadi di TikTok.
Potongan “Pesan Rindu” dilaporkan sudah digunakan dalam lebih dari 3.000 video TikTok meskipun versi lengkapnya belum resmi tersedia.
Pengguna memanfaatkan sound tersebut untuk berbagai konten yang berkaitan dengan kehilangan dan kerinduan.
Ada yang menggunakannya untuk mengenang orang yang telah pergi, sementara lainnya menghubungkan lagu dengan pengalaman personal mereka sendiri.
Dengan begitu, pendengar sudah membentuk hubungan emosional dengan lagunya sebelum perilisan resmi.
Bagaimana Lagu yang Belum Rilis Bisa Viral?
TikTok mengubah urutan tradisional promosi musik.
Dulu, label atau artis biasanya merilis lagu terlebih dahulu.
Setelah itu radio, media, video musik dan promosi digunakan untuk memperkenalkannya kepada publik.
Sekarang sebuah potongan audio beberapa detik saja bisa beredar lebih dahulu.
Jika bagian tersebut cocok dengan jenis konten tertentu, pengguna TikTok dapat mulai menggunakannya berulang kali.
Semakin banyak orang menemukan sound tersebut melalui video lain, semakin besar kemungkinan pengguna berikutnya ikut menggunakannya.
RadarLusa telah membahas lebih jauh bagaimana algoritma TikTok menentukan video yang masuk FYP.
TikTok Mengubah Cara Lagu Diperkenalkan
Fenomena “Pesan Rindu” bukan hanya persoalan satu lagu.
Ia menggambarkan perubahan lebih besar dalam industri musik.
Preview sekarang bisa menjadi bagian penting dari campaign.
Artis dapat membagikan potongan lagu sebelum rilis, kemudian melihat bagian mana yang mendapatkan respons paling besar dari audiens.
Ketika potongan tersebut mulai digunakan pengguna lain, promosi tidak lagi sepenuhnya dilakukan oleh artis.
Audiens ikut menjadi distributor.
Setiap video yang menggunakan sound membawa lagu tersebut kepada kelompok pengguna berikutnya.
Kapan Pesan Rindu Dirilis?
“Pesan Rindu” menjadi bagian dari album baru Whisnu Santika berjudul Map of Feelings.
Album tersebut dijadwalkan dirilis pada 27 Agustus 2026.
Dengan demikian, momentum TikTok muncul hanya beberapa hari sebelum proyek lengkapnya tersedia.
Situasi tersebut memberikan keuntungan menarik.
Ketika lagu akhirnya tersedia secara penuh, sudah ada kelompok pendengar yang mengenali bagian tertentu dari musiknya.
Apa Itu Album Map of Feelings?
Map of Feelings merupakan proyek terbaru Whisnu Santika yang membawa tema mengenai berbagai pengalaman emosional manusia.
“Pesan Rindu” mewakili sisi kehilangan dan kerinduan.
Whisnu menggunakan kolaborasi dengan Nuca untuk membawa emosi tersebut melalui karakter vokal yang berbeda dari materi electronic dance yang biasanya diasosiasikan dengannya.
Album dijadwalkan hadir pada 27 Agustus.
Nuca dan Whisnu Santika Sudah Membawakan Lagunya
Sebelum perilisan digital, keduanya juga sudah memperkenalkan “Pesan Rindu” secara langsung.
Nuca dan Whisnu membawakan lagu tersebut dalam acara Sound of Downtown di Jakarta pada 1 Agustus.
Cuplikan lagu kemudian semakin menyebar melalui media sosial.
Strategi seperti ini membuat sebuah lagu memiliki beberapa tahap kehidupan bahkan sebelum resmi masuk platform streaming.
Ada penampilan live.
Ada potongan media sosial.
Ada penggunaan sound oleh pengguna.
Baru kemudian datang perilisan resmi.
Viral di TikTok Belum Tentu Berarti Hit di Streaming
Lebih dari 3.000 penggunaan tentu menjadi sinyal awal yang positif.
Namun viral di TikTok dan menjadi hit di platform streaming merupakan dua hal berbeda.
Tantangan berikutnya adalah mengubah orang yang mengenal beberapa detik “Pesan Rindu” menjadi pendengar lagu lengkap.
Apakah mereka akan mencari lagunya ketika dirilis?
Apakah mereka akan menyimpannya ke playlist?
Dan apakah lagu tetap didengarkan setelah tren TikTok mulai bergerak ke sound berikutnya?
Pertanyaan tersebut baru bisa dijawab setelah perilisan.
Pesan Rindu Membalik Urutan Perilisan Musik
Biasanya kita mendengar lagu, menyukainya, kemudian menggunakan sound-nya di media sosial.
“Pesan Rindu” menunjukkan pola yang semakin umum:
orang menemukan sound lebih dahulu, baru kemudian menunggu lagunya.
Bagi industri musik, perubahan tersebut cukup penting.
Tanggal rilis tidak lagi selalu menjadi hari pertama sebuah lagu bertemu dengan audiens.
Kadang-kadang, seperti yang terjadi pada Nuca dan Whisnu Santika, lagunya sudah hidup di internet sebelum resmi dirilis.
3 Poin Kunci Laporan Ini:
- “Pesan Rindu” mempertemukan Nuca dan Whisnu Santika dalam kolaborasi yang berangkat dari tema duka, kehilangan dan menerima kepergian seseorang.
- Potongan lagu dilaporkan telah digunakan dalam lebih dari 3.000 video TikTok sebelum perilisan penuhnya.
- Lagu menjadi bagian dari album baru Whisnu Santika, Map of Feelings, yang dijadwalkan rilis 27 Agustus 2026.




