Tiga Major Music Company Investasi di Stability AI
Hubungan antara industri musik dan artificial intelligence memasuki fase baru.
Universal Music Group, Sony Music Group dan Warner Music Group ikut berinvestasi dalam putaran pendanaan terbaru Stability AI.
Perusahaan di balik Stable Diffusion dan Stable Audio tersebut mengumumkan pendanaan Series B sebesar:
$76 juta.
Putaran tersebut juga melibatkan Electronic Arts, AMD Ventures dan Pacific Alliance Ventures.
Dengan pendanaan terbaru, total modal yang dihimpun Stability AI di bawah kepemimpinan CEO Prem Akkaraju sejak 2024 mencapai $232 juta.
Universal dan Warner Sudah Menjadi Mitra Stability AI
Investasi tersebut bukan hubungan pertama antara perusahaan musik besar dan Stability AI.
Universal Music Group sebelumnya mengumumkan strategic alliance dengan Stability AI pada Oktober 2025 untuk mengembangkan alat pembuatan musik generative AI profesional.
Kerja sama itu diarahkan pada pengembangan teknologi yang menggunakan model yang dilatih secara bertanggung jawab dan tetap mempertimbangkan kepentingan artis serta pemegang hak.
Warner Music Group kemudian mengumumkan kemitraannya dengan Stability AI pada November 2025.
Keduanya bekerja sama mengembangkan alat AI untuk musisi, songwriter dan produser dengan fokus pada model yang dikembangkan secara etis.
Dalam putaran pendanaan terbaru, Universal dan Warner masuk sebagai existing strategic partners yang ikut berinvestasi.
Sony Music Group kini bergabung sebagai salah satu investor baru.
Major Label Tidak Lagi Hanya Mengawasi AI dari Luar
Perkembangan tersebut menunjukkan perubahan menarik dalam hubungan industri musik dengan perusahaan AI.
Beberapa tahun terakhir didominasi konflik mengenai penggunaan musik berhak cipta sebagai material training generative AI.
Namun perusahaan musik tidak sepenuhnya menolak teknologinya.
Mereka mulai membedakan antara perusahaan AI yang dianggap mempunyai pendekatan lisensi yang dapat diterima dan perusahaan yang berhadapan dengan persoalan hak cipta.
Strategi tersebut juga terlihat dalam berbagai kerja sama lain di industri. BMG sebelumnya menjalin kemitraan dengan Suno untuk membangun model kerja antara perusahaan musik dan platform generative AI.
Artinya, perdebatan mulai bergeser dari pertanyaan sederhana mengenai apakah industri musik akan menerima AI.
Pertanyaannya sekarang adalah AI seperti apa yang akan diterima dan dengan aturan seperti apa teknologi tersebut boleh menggunakan musik.
Apa Itu Stability AI?
Stability AI merupakan perusahaan generative AI yang paling dikenal melalui Stable Diffusion.
Namun teknologi perusahaan tidak hanya berhubungan dengan gambar.
Stability AI juga mengembangkan teknologi generative audio melalui Stable Audio.
Pada Mei 2026, perusahaan memperkenalkan Stable Audio 3.0, keluarga model musik yang disebut dilatih menggunakan fully licensed data.
Model tersebut dapat digunakan untuk menghasilkan musik dan audio serta mendukung proses editing seperti memperpanjang atau mengubah bagian tertentu dari sebuah rekaman.
Stability AI kemudian memperluas penggunaannya melalui plugin Digital Audio Workstation atau DAW.
Artinya, teknologi generative AI tersebut semakin diarahkan untuk masuk langsung ke workflow produksi musisi dan produser.
Kenapa Data Berlisensi Menjadi Penting?
Salah satu persoalan terbesar generative AI adalah sumber data yang digunakan untuk melatih model.
Model AI membutuhkan data dalam jumlah besar untuk mempelajari pola musik, suara, bahasa atau gambar.
Masalah muncul ketika materi berhak cipta digunakan tanpa persetujuan pemegang hak.
Industri musik kemudian menuntut pendekatan yang berbeda.
Jika perusahaan AI ingin menggunakan katalog musik sebagai material training, pemegang hak ingin proses tersebut dilakukan melalui izin dan lisensi.
Stability AI mencoba membangun posisinya melalui pendekatan tersebut untuk produk audionya.
Perusahaan mengatakan Stable Audio 3.0 menggunakan data berlisensi penuh.
Kenapa Universal, Sony dan Warner Mau Berinvestasi?
Investasi tersebut membuat hubungan major music companies dengan AI menjadi lebih dalam.
Mereka bukan lagi hanya menjadi pemberi lisensi atau mitra teknologi.
Sekarang mereka juga mempunyai kepentingan finansial terhadap pertumbuhan Stability AI.
Ada alasan strategis di balik pendekatan tersebut.
Generative AI kemungkinan akan menjadi bagian dari proses produksi musik di masa depan.
Teknologi dapat membantu musisi membuat demo, mengembangkan ide, mengedit audio atau mencoba berbagai kemungkinan produksi dengan lebih cepat.
Jika teknologi tersebut memang akan berkembang, perusahaan musik mempunyai kepentingan untuk ikut menentukan bagaimana sistemnya dibangun.
Dana $76 Juta Akan Digunakan untuk Apa?
Stability AI mengatakan pendanaan terbaru akan digunakan untuk mengembangkan rangkaian produk creative production perusahaan.
Dana juga akan digunakan untuk memperkuat applied research dan memperluas professional services.
Fokus tersebut menunjukkan Stability AI ingin bergerak lebih jauh dari perusahaan yang hanya menyediakan model generative AI.
Perusahaan ingin teknologinya menjadi bagian dari workflow profesional di industri kreatif.
Musik menjadi salah satu area penting bersama gaming, film, visual dan entertainment.
Industri Musik Menghadapi AI dengan Dua Pendekatan
Perkembangan Stability AI menarik karena terjadi ketika industri musik mengambil dua pendekatan terhadap generative AI secara bersamaan.
Di satu sisi, perusahaan musik mulai berinvestasi dan membuat perjanjian dengan perusahaan AI yang menggunakan pendekatan berbasis lisensi.
Di sisi lain, organisasi industri mulai membuat batas terhadap karya yang sebagian besar dihasilkan mesin.
Australia menjadi salah satu contoh terbaru. ARIA baru mengubah aturan chart sehingga musik yang sepenuhnya atau mayoritas dibuat AI tidak lagi memenuhi syarat masuk chart resmi Australia.
AI masih dapat digunakan sebagai alat pendukung, tetapi kontribusi manusia harus tetap menjadi bagian substansial dari karya.
Dua perkembangan tersebut menunjukkan bahwa industri tidak sedang memilih antara menerima atau menolak AI sepenuhnya.
Yang sedang dibangun adalah batas antara penggunaan AI yang dianggap dapat diterima dan penggunaan yang dianggap terlalu jauh menggantikan kreativitas manusia.
Apa Artinya bagi Musisi?
Investasi major music companies di Stability AI tidak berarti seluruh persoalan mengenai AI musik selesai.
Masih ada banyak pertanyaan yang harus dijawab.
Bagaimana musisi mendapatkan kompensasi ketika karya mereka digunakan untuk melatih model?
Siapa yang harus memberikan izin?
Bagaimana penggunaan suara seorang artis diatur?
Siapa yang memiliki karya yang dihasilkan bersama AI?
Dan bagaimana pendengar mengetahui apakah musik yang mereka dengarkan dibuat manusia atau mesin?
Pertanyaan tersebut kemungkinan akan menjadi semakin penting ketika teknologi generative audio semakin mudah digunakan.
Major Label Mulai Ikut Menentukan Arah AI
Universal Music Group, Sony Music Group dan Warner Music Group merupakan tiga kelompok musik terbesar dunia.
Ketika ketiganya ikut dalam satu putaran investasi perusahaan generative AI, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa teknologi AI mulai bergerak semakin dekat ke pusat bisnis musik.
Major music companies tidak hanya ingin melindungi katalog mereka dari penggunaan tanpa izin.
Mereka juga ingin ikut menentukan bagaimana teknologi generative AI yang dianggap legal dan berkelanjutan akan berkembang.
Strateginya mulai terlihat jelas.
Perusahaan AI yang menggunakan pendekatan lisensi bisa menjadi mitra dan bahkan investasi.
Sementara penggunaan karya tanpa izin tetap berpotensi menghadapi perlawanan.
Karena itu, investasi $76 juta di Stability AI bukan hanya cerita mengenai pendanaan perusahaan teknologi.
Ini juga menjadi gambaran mengenai arah baru hubungan antara musik, hak cipta dan artificial intelligence.
3 Poin Kunci Laporan Ini:
- Stability AI mendapatkan pendanaan Series B sebesar $76 juta.
- Universal Music Group, Sony Music Group dan Warner Music Group ikut menjadi investor.
- Stability AI mengembangkan Stable Audio 3.0, keluarga model musik yang disebut dilatih menggunakan data berlisensi penuh.




